Rabu, 07 Desember 2016

Kedudukan Ilmu Administrasi Pendidikan dalam llmu Pengetahuan



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru. Di negara-negara yang sudah maju, administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20, terutama sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. Khususnya di negara kita, Indonesia, administrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an, dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran dan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya. Di samping itu, administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu, terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan di negara masing-masing.
Administrasi pendidikan sebagai ilum mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda dengan ilmu administrasi lainnya
Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai teori dan kedudukan ilmu administrasi pendidikan dalam ilmu pengetahuan.

B.  Rumusan Masalah
1.        Apa yang dimaksud dengan ilmu administrasi pendidikan?
2.        Bagaimanakah teori administrasi pendidikan?
3.        Bagaimanakah kedudukan ilmu administrasi pendidikan dalam ilmu pengetahuan?

C.  Tujuan Penulisan
1.        Mengetahui arti ilmu administrasi pendidikan.
2.        Mengetahui teori administrasi pendidikan.
3.        Mengetahui kedudukan ilmu administrasi pendidikan dalam ilmu pengetahuan.
D.    Metode Penulisan
Dalam penulisan ini, penyusun menggunalkan metode library research (metode kepustakaan), yaitu dengan jalan mengumpulkan dan mempelajari buku-buku dengan tujuan untuk mengambil dan mendapatkan bahan-bahan yang ada hubungannya dengan pembahasan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Ilmu Administrasi Pendidikan
Ilmu adalah sejenis pengetahuan manusia yang diperoleh dengan riset terhadap objek-objekyang empiris, benar tidaknya suatu teori ilmu (sain) ditentukan oleh logis dan ada tidaknya bukti empiris. Bila teori ini logis dan ada bukti empiris, maka teori sain itu benar. Bila hanya logis, ia adalah pengetahuan ilmu filsafat. Bila tidak logis, tetapi ada bukti empiris, itu namanya pengetahuan khayalan.
Administrasi adalah suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapau=I tujuan tertentu.
Pendidikan, diartikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar  dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembanglan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual dan sosial.
Sedangkan administrasi pendidikan adalah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personel, spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ilmu administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu yang berkaitan dangan pencapaian tujuan pendidikan.

B.  Konsep Administrasi Pendidikan
Konsep administrasi pendidikan adalah segenap proses penyelenggaraan yang berkaitan dengan sistem, asas, prosedur, dan teknik kerjasama dengan setepat-tepatnya. Proses adalah serangkaian perbuatan manusia yang mengandung maksud tertentu yang memang dikehendaki oleh yang melakukan perbuatan itu. Dimana perbuatan adalah suatu kegiatan manusia yang mengandung maksud tertentu, jadi perbuatan dilihat dari segi aktifnya, sedangkan kejadian dilihat dari segi pasifnya.
Konsep administrasi jika diimplementasikan pada kegiatan pendidikan sebagai suatu pross sistem perilaku mengandung arti bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan terjadilh suatu proses interaksi manusia dalam sistem yang terarah dan terkoordinir dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Karena itu, administrasi pendidikan merupakan serangkaian kegiatan atau proses yang berurutan dan beraturan menggunakan prinsip-prinsip administrasi. Kegiatan administrasi pendidikan dalam rangka memanfaatkan semua potensi atau sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan yaitu kebutuhan yang diperjunagkan agar terpenuhi secara efektif dan efisien. Kegiatan atau aktifias yang tergolong pada jenis yang sama berdasarkan sifatnya atau pelaksanaannya disebut fungsi. Aktifitas-aktifitas tersebut digabungkan menjadi suatu kesatuan dan diserahkan menjadi tanggung jawab seseorang yang bertanggung jawab terhadap satuan organisasi tertentu.

C.  Kedudukan Ilmu Administrasi pendidikan dalam Ilmu Pengetahuan
Ilmu berkembang dengan sangat pesat, demikian juga jumlah cabang-cabangnya. Hasrat untuk menspesialisasikan diri pada satu bidang telaahan yang memungkinkan analisis yang makin cermat dan seksama menyebabkan objek forma (objek ontologis) dari disiplin keilmuan menjadi kian terbatas. Suryasumantri memperkirakan sekarang ini terdapat sekitar 650 cabang keilmuan yang kebanyakan belum dikenal oleh orang-orang awam. Pada dasarnya cabang-cabang ilmu tersebut berkembang dari dua cabang utama yakni filsafat alam yang berkembang menjadi rumpun ilmu –ilmu alam (the naturak sciences) dan filsafat moral yang kemudian berkembang menjadi cabang ilmu-ilmu sosial (social sciences).
Sondang P. Siagian membedakan karakteristik dari ilmu-ilmu eksakta dengan ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu eksakta mempunyai karakteristik utama yaitu, bahwa keseluruhan prinsip-prinsip, rumus-rumus, dan dalil-dalilnya berlaku universal dan daat diterapkan melalui proses adopsi, karena prinsip-prinsip, rumus-rumus, dan dalil-dalil tersebut tidak mengenal batas waktu dan tempat. Dimanapun, biamanapun, dan oleh siapapun diterapkan pasti mendatangkan hasil yang sama. Misalnya: jumlah sudut pada suatu segi tiga 180 derajat. Sebaliknya ilmu-ilmu sosial memang mempunyai prinsip-prinsip, rumus-rumus, dan dalil-dalil yang bersifat universal. Akan tetapi dalam penerapannya berlaku hukum adaptasi karena penerapan prinsip-prinsip, rumus-rumus, dan dalil-dalil itu harus disesuaikan dengan kondisi, tempat, waktu dan manusia agar memberi hasil yang diharapkan. Satu-satunya rumus yang sungguh-sungguh berlaku bagi ilmu-ilmu sosial adalah: “dalam ilmu-ilmu sosial satu-satunya kepastian adalah ketidakpastian”. Artinya ilmu-ilmu sosial bukanlah ilmu yang dapat mengukur suatu objek dengan hasil yang pasti, tetapi dapat diprediksi kecenderungannya meskipun tidak pasti, teapi informasi dan fakta dalam informasi ini dapat dijadikan pertimbangan untuk penentuan kebijakan bagi para pengambil kebijakan.
Dalam garis besarnya menrut Sondang P. Siagian perkembangan ilmu pegetahuan itu sejak zaman Yunani kuno hingga sekarang dapat digambarkan sebagai berikut:




















-Kimia
-Fisika
-Matematika


 

Ilmu-ilmu eksakta
 

 





























Ilmu administrasi tergolong ke dalam ilmu-ilmu sosial malahan dapat dikatakan merupakan salah satu cabang terbaru dari ilmu-ilmu sosial, karena inti kegiatan dalam administrasi adalah kerjasama dua orang atau lebih. Menurut The Liang Gie ilmu administrasi merupakan ilmu yang tergolong baru yang meerima sumbanag-sumbangan dari cabang ilmu sosial, politik, ekonomi, hukum, sejarah, antropologi.
Menurut sifatnya ilmu administrasi oleh The Liang Gie dibagi atas 3 bidang pokok yang menjadi garapannya, yaitu: administrasi negara, administrasi perusahaan, dan administrasi kemasyarakatan. Dari segi isinya administrasi negara meliputi: administrasi kemiliteran, administrasi kepolisian, administrasi pendidikan administrasi kesehatan, administras perpajakan, administrasi peradilan, administrasi internasional, dan administrasi rekreasi.
Mengacu pada uraian The Liang Gie tersebut tampak jelas bahwa administrasi pendidikan adalah bagian dari administrasi negara, yaitu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengeloalaan negara. Hal ini sejalan dengan UUSPN NO. 20 Tahun 2003 pasal 50 ayat 1 yang menyatakan bahwa pengelolaan sistem pendidikan nasional meruppakan tanggung jawab menteri, artinya pendidikan diurus oleh satu unit kerja pemerintah dalam satu sistem administrasi negara yaitu departemen pendidikan.
Sebagai terapan ilum sosial, karena itu administrasi pendidikan tidak lain adalah gotong royong, karena gotong royong merupakan interaksi sosial telah memiliki semua unsur administrasi yaitu adanya manusia lebih dari satu adanya kerjasama antar manusia, menggerakkan potensi manusia dan sumber daya organisasi, dan adanya tujuan bersama yang hendak dicapai.








DAFTAR PUSTAKA
Purwanto, Ngalim, (2009), “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sagala, Syaiful, (2008), “Administrasi Pendidikan Kontemporer”, Bandung: Alfabeta
Tafsir, Ahmad, (2015), “Ilmu Pendidikan Islam”, PT. Remaja Rosdakarya:Bandung.


Tidak ada komentar: