Pondok Pesantren Sabilul Huda Cicurug berada di Jalan Siliwangi No.54 RT 03/RW 05 kampung Cicurug Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang
Kota Tasikmalaya. Sabilul Huda didirikan pada tahun 1980 oleh pasangan suami
istri yang keduanya adalah alumni dari Pesantren Miftahul Huda Manonjaya yaitu
Al- Mukarram KH Ete Suherman dan Hj Ipi Shafiyyah. Pesantren ini dihuni oleh
sekitar 70 santri muqim dan sekitar 150 santri non-muqim.
Sistem
Pendidikan Di Pesantren Sabilul Huda
Pesantren Sabilul Huda mempunyai program “Tiga Program Pesantren”,
yaitu:
1.
‘Ulamul ‘Amilin
Artinya Ulama atau ahli ilmu yang mengamalkan ilmunya.
2.
Imamal Muttaqin
Artinya seoarang yang memimpin umatnya dengan ketakwaan.
3.
Muttaqin
Artinya mejadi orang yag selalu bertaqwa.
Untuk mencapai ketiga program tersebut, pihak pesantren
menunjangnya dengan strategi Bathiniyyah dan Strategi Dlohiriyyah. Strategi
Bathiniyyah berbentuk ibadah seperti, mengaji, tadarus, shalat berjama’ah,
tahajjud, dan Dhuha. Strategi Dlohiriyyah berbentuk pendidikan dan pembinaan
selama 24 jam.
Gambar 2. Komplek Pesantren
Pesantren Sabilul Huda adalah pesantren yang fokus dalam mengkaji
kitab kuning. Adapun kurikulum dan silabus disusun oleh guru-guru yang mengajar
di pesantren tersebut. Para guru mengacu kepada kurikulum yang digunakan di
Pesantren Miftahul Huda Manonjaya dan disesuaikan dengan keadaan santri dan
guru.
Di Pesantren Sabilul Huda, jenjang pendidikan ditempuh dalam tiga
tingkatan. Ketiga tigkatan itu adalah:
1.
Tingkat
Diniyyah
Tingkat Diniyah ini ditempuh dalam tiga tahap, yaitu 1 Diniyyah, 2
Diniyyah, 3 Diniyyah. Tingkat diniyyah ini diisi oleh santri non-muqim yang
berusia 5-13 tahun atau usia SD.
2.
Tingkat
Ibtida,
Tingkat Ibtida ini ditempuh dalam tiga tahap, yaitu 1 Ibtida, 2 Ibtida,
3 Ibtida. Tingkat Ibtida ini diisi oleh santri muqim dan santri non muqim yang
berusia 13-18 tahun.
3.
Tingkat
Tsanawy
Tingkat Tsanawy ini ditempuh dalam tiga tahap, yaitu 1 Tsanawy, 2
Tsanawy, 3 Tsanawy. Tingkat Tsanawy ini diisi oleh santri muqim dan santri non
muqim yang berusia 18 tahun -……... untuk 3 Tsanawy ini diisi oleh santri non
muqim yang sudah senior.
Waktu pembelajaraan di dalam kelas dibagi ke dalam beberapa waktu,
yaitu:
1.
Setelah
Shalat Shubuh (05.00-06.00)
2.
Setelah
Shalat Dhuha (08.00-09.30)
3.
Setelah
Shalat Duhur (13.00-14.00)
4.
Setelah
Shalat Ashar (16.00-17.00)
5.
Setelah
Shalat Magrib (18.00-20.00)
6.
Setelah
Shalat Isya (20.00-21.00)
Kegiatan pembelajaraan di luar kelas
1.
Mudzakarah
(09.30-10.30)
2.
Menghapal
Bersama (21.00-22.00)
Untuk santri non-muqim, kegiatan pembelajarannya hanya setelah
Ashar dan Setelah Magrib.
Kegiatan di pesantren ini semakin berkembang yang ditunjang dengan
bertambahnya guru-guru yang telah lulus dari Pesantren Miftahul Huda.
Gambar 3. Sesepuh Pesantren dan Keluarga Besar
Di Sabilul Huda dibebaskan untuk menempuh pendidikan formal di
sekolah-sekolah umum. Sampai saat ini mayoritas santri menempuh pendidikan
formal.
Dalam setahun, Pesantren Sabilul Huda mengadakan 3 kali pesantren
kilat, yaitu:
1.
Di
bulan Ramadhan
2.
Saat
liburan sekolah umum semseter ganjil
3.
Saat
liburan sekolah umum semseter genap
Untuk melihat
hasil pe mbelajaran selama satu tahun, selain melaksanakan ulangan harian,
diadakan pula ulangan umum yang dilaksanakan pada:
1.
Bulan
Rabiul Awwal (semester Ganjil)
Dalam meningkatkan
kemampuan santri dalam berbicara di depan umum, pihak pesantren megadakan
kegiatan Tamrinan setiap Rabu malam.
Selain itu juga
dalam mengembagkan kreatifitas santri, pihak pesantren selalu mengadakan
perlombaan yang dilaksanakan pada:
1.
Bulan
Muharram (khusus Santri Muqim)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar