Minggu, 25 Maret 2018

Pondok Pesantren Sabilul Huda Cicurug Kota Tasikmalaya



Pondok Pesantren Sabilul Huda Cicurug berada di Jalan Siliwangi  No.54 RT 03/RW 05 kampung Cicurug Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Sabilul Huda didirikan pada tahun 1980 oleh pasangan suami istri yang keduanya adalah alumni dari Pesantren Miftahul Huda Manonjaya yaitu Al- Mukarram KH Ete Suherman dan Hj Ipi Shafiyyah. Pesantren ini dihuni oleh sekitar 70 santri muqim dan sekitar 150 santri non-muqim.
Sistem Pendidikan Di Pesantren Sabilul Huda
Pesantren Sabilul Huda mempunyai program “Tiga Program Pesantren”, yaitu:
1.      ‘Ulamul ‘Amilin
Artinya Ulama atau ahli ilmu yang mengamalkan ilmunya.
2.      Imamal Muttaqin
Artinya seoarang yang memimpin umatnya dengan ketakwaan.
3.      Muttaqin
Artinya mejadi orang yag selalu bertaqwa.
Untuk mencapai ketiga program tersebut, pihak pesantren menunjangnya dengan strategi Bathiniyyah dan Strategi Dlohiriyyah. Strategi Bathiniyyah berbentuk ibadah seperti, mengaji, tadarus, shalat berjama’ah, tahajjud, dan Dhuha. Strategi Dlohiriyyah berbentuk pendidikan dan pembinaan selama 24 jam.
Gambar 2. Komplek Pesantren

Pesantren Sabilul Huda adalah pesantren yang fokus dalam mengkaji kitab kuning. Adapun kurikulum dan silabus disusun oleh guru-guru yang mengajar di pesantren tersebut. Para guru mengacu kepada kurikulum yang digunakan di Pesantren Miftahul Huda Manonjaya dan disesuaikan dengan keadaan santri dan guru.
Di Pesantren Sabilul Huda, jenjang pendidikan ditempuh dalam tiga tingkatan. Ketiga tigkatan itu adalah:
1.      Tingkat Diniyyah
Tingkat Diniyah ini ditempuh dalam tiga tahap, yaitu 1 Diniyyah, 2 Diniyyah, 3 Diniyyah. Tingkat diniyyah ini diisi oleh santri non-muqim yang berusia 5-13 tahun atau usia SD.
2.      Tingkat Ibtida,
Tingkat Ibtida ini ditempuh dalam tiga tahap, yaitu 1 Ibtida, 2 Ibtida, 3 Ibtida. Tingkat Ibtida ini diisi oleh santri muqim dan santri non muqim yang berusia 13-18 tahun.
3.      Tingkat Tsanawy
Tingkat Tsanawy ini ditempuh dalam tiga tahap, yaitu 1 Tsanawy, 2 Tsanawy, 3 Tsanawy. Tingkat Tsanawy ini diisi oleh santri muqim dan santri non muqim yang berusia 18 tahun -……... untuk 3 Tsanawy ini diisi oleh santri non muqim yang sudah senior.
Waktu pembelajaraan di dalam kelas dibagi ke dalam beberapa waktu, yaitu:
1.      Setelah Shalat Shubuh (05.00-06.00)
2.      Setelah Shalat Dhuha (08.00-09.30)
3.      Setelah Shalat Duhur (13.00-14.00)
4.      Setelah Shalat Ashar (16.00-17.00)
5.      Setelah Shalat Magrib (18.00-20.00)
6.      Setelah Shalat Isya (20.00-21.00)
Kegiatan pembelajaraan di luar kelas
1.      Mudzakarah (09.30-10.30)
2.      Menghapal Bersama (21.00-22.00)
Untuk santri non-muqim, kegiatan pembelajarannya hanya setelah Ashar dan Setelah Magrib.
Kegiatan di pesantren ini semakin berkembang yang ditunjang dengan bertambahnya guru-guru yang telah lulus dari Pesantren Miftahul Huda.
Gambar 3. Sesepuh Pesantren dan Keluarga Besar

Di Sabilul Huda dibebaskan untuk menempuh pendidikan formal di sekolah-sekolah umum. Sampai saat ini mayoritas santri menempuh pendidikan formal.
Dalam setahun, Pesantren Sabilul Huda mengadakan 3 kali pesantren kilat, yaitu:
1.      Di bulan Ramadhan
2.      Saat liburan sekolah umum semseter ganjil
3.      Saat liburan sekolah umum semseter genap
Untuk melihat hasil pembelajaran selama satu tahun, selain melaksanakan ulangan harian, diadakan pula ulangan umum yang dilaksanakan pada:
1.      Bulan Rabiul Awwal (semester Ganjil)
2.      Bulan Sya’ban (Semester Genap)








Gambar 4. Kegiatan Pembelajaran Metode Tamrinan

Dalam meningkatkan kemampuan santri dalam berbicara di depan umum, pihak pesantren megadakan kegiatan Tamrinan setiap Rabu malam.
Selain itu juga dalam mengembagkan kreatifitas santri, pihak pesantren selalu mengadakan perlombaan yang dilaksanakan pada:
1.      Bulan Muharram (khusus Santri Muqim)
2.      Bulan Rajab (umum santri muqim dan non-muqim)
Gambar 5. Peringatan Hari Santri Nasional
Email: SABHOOD69@GMAIL.COM


Tidak ada komentar: