PARA PEMAIN DRAMA
“PANGLIMA MUDA USAMAH BIN ZAID”
Narator :
Pemeran Usamah :
Pemeran Abu Bakar :
Pemeran Umar :
Pemeran Sahabat 1 :
Pemeran Sahabat 2 :
Pemeran Sahabat 3 :
Pemeran Sahabat 4 :
Pemeran Utusan :
Sebuah kisah penuh inspirasi, kisah sahabat Nabi, kisah masa lalu
yang terjadi sekitar 1426 tahun yang lalu. Sebuah kisah yang memberikan
gambaran bahwasanya usia muda bukan menjadi halangan untuk menduduki posisi
utama, usia belasan bukan halangan untuk menjadi panglima perang, pemimpin yang
berada di barisan terdepan sebuah pasukan. Sahabat yang bernama Usamah, seorang
pemuda yang lahir dari pasangan Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman menjadi panglima
perang yang diangkat oleh Rasulallah SAW ketika Usamah berusia 17 tahun. Banyak
pertentangan atas pengangkatan Usamah, lalu bagaimanakah kisah kepemimpinan
Usamah bin Zaid? Inilah ilustrasi drama yang terinspirasi dari kisah pemuda
tersebut, drama ini Kami beri judul “PANGLIMA MUDA USAMAH BIN ZAID”,
yang akan dipersembahkan oleh santri-santri kelas………..
Selamat menyaksikan.
(di
ceritakan para sahabat sedang berkumpul, membicarakan tentang tentara Romawi)
Sahabat
1 :”kalian mungkin sudah mendengar
apa yang dilakukan oleh tentara Romawi.”
Sahabat 2 :”ya mereka
telah membunuh Farwah bin Umar, kepala daerah Ma’an yang telah diangkat oleh
Kaisar Romawi, sedangkan mereka tahu bahwa Farwah telah masuk Islam.”
Sahabat 3 :”penguasa
Romawi takut, jika Farwah yang seorang kepala daerah masuk Islam, rakyatnya pun
bisa-bisa masuk Islam.”
Sahabat 4 :”marilah
kita sampaikan berita ini kepada Nabi, dan kita tunggu perintah selanjutnya dari
Nabi.”
(para
sahabat memberitahukan kepada Nabi tentang hal tersebut).
Sahabat 1 :”Nabi
memerintahkan kepada kita untuk segera berangkat untuk memerangi tentara
Romawi”
Sahabat 2 :”tapi aku
heran, mengapa Nabi menunjuk Usamah menjadi panglima kita, sedangkan kita tahu
usianya masih terlalu muda.”
Sahabat 3 :”bagaimana
Rasulallah memilih anak muda yang belum berpengalaman, padahal masih banyak pemuka-pemuka
kaum Muhajirin yang pernah memimpin perang.”
Sahabat 4 :”iya betul
padahal di dalam pasukan itu terdapat sahabat-sahabat senior seperti Umar bin
Khattab, Abu Ubaidah, dan Sa’ad bin Abi Waqash. Mengapa Rasul tidak memilih salahsatu diantara
mereka?”
(keempat
sahabat keluar panggung, kemudian Umar masuk)
Umar :”mengapa
mereka membicarakan keputusan Rasul tentang pengangkatan Usamah, seolah-olah
mereka tidak percaya akan kemampuan Usamah, mereka seakan-akan menyepelekan
Usamah, lebih baik aku tanyakan langsung kepada Rasul.” (TUTUP LAYAR).
(para
sahabat berkumpul di panggung). (BUKA LAYAR), (Umar masuk).
Umar :”wahai
para sahabat! Sesungguhnya aku telah menanyakan kepada Nabi tentang sesuatu
yang kalian bicarakan tentang pengangkatan Usamah.”
Sahabat
1 :”lalu apa yang Nabi sabdakan,
wahai Umar!”
Umar :”Nabi
sangat marah karena kalian membicarakan pengangkatan Usamah menjadi panglima,
seolah-olah kalian menyepelekan Usamah. Nabi bersabda:”Wahai sekalian manusia,
aku mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah!, seandainya
kalian meragukan kepemiminannya, berarti kalian meragukan juga kepemimpinan
ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah, Zaid sangat pantas menjadi pemimpin,
begitu juga putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat aku kasihi, maka putranya
pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik
mereka berdua, mereka juga adalah sebaik-baik manusia diantara kalian.” (TUTUP
LAYAR).
(setelah
mendengar hal itu, mereka bergegas menuju markas pasukan Usamah di daerah
Jarof). (BUKA LAYAR), (Usamah masuk bersama pasukannya)
Usamah :”wahai Kaum
Muslimin, sesungguhnya kemarin Rasulullah tengah sakit, untuk itu keberangkatan
kita tunda dulu, tetapi sekarang Rasulullah sudah terlihat lebih baik. Dan aku
menemui beliau untuk mengucapakan selamat tinggal. Beliau berkata kepadaku:’
berangkatlah segera dengan diliputi keberkahan dari Allah!’
(tiba-tiba
datanglah seorang utusan Ummu Aiman).
Utusan :”wahai Usamah, aku ingin
mengabarkan berita duka kepadamu!”
Usamah :”Katakanlah!”
Utusan :”sesungguhnya Rasulallah SAW telah
berpulang ke Rahmatullah.”
Semua :”Innalillahi……”
Usamah :”Wahai
segenap muslimin, keberangkatan kita batalkan, dan kembalilah ke Madinah!” (TUTUP
LAYAR).
(Usamah
dan pasukannya kembali ke Madinah setelah mendengar Rasulullah SAW wafat)
(Setelah
Rasul wafat, terpilihlah Abu Bakar menjadi Khalifah) .(BUKA LAYAR)
(Abu
Bakar, dan Usamah masuk panggunng)
Abu Bakar :”wahai
Usamah, sebelum ajal menjemput Nabi, Nabi sempat mengangkatmu menjadi seorang
panglima perang untuk memerangi tentara Romawi, dan untuk itu laksanakan
perintah Rasulallah.”
Usamah :”baiklah, Khalifah, aku akan
menyiapkan pasukan kita.”
(Usamah
keluar, datang Umar dan sahabat yang lain)
Sahabat 1 :”wahai
khalifah Rasulullah, sesungguhnya kaum arab sudah mulai memberontak, dan adalah
tidak wajar engkau akan membiarkan pasukan Islam ini meninggalkan kami disaat
seperti ini”.
Sahabat 2 :”bagaimana
kalau engkau bagi pasukan Usamah menjadi dua bagian, yang satu engkau kirimkan
kepada kaum arab yang murtad itu untuk mengembalikan mereka kepada Islam, dan
pasukan yang kedua engkau pertahankan di Madinah untuk menjaga Madinah,
dikhawatirkan akan ada serangan, sedangkan di Madinah hanya tinggal anak kecil
dan para wanita saja.”
Sahabat 3 :”bagaimana
kalau engkau tunda saja keberangkatan pasukan Usamah itu, setelah keadaan
Madinah aman dan kaum Arab yang murtad kembali kepada Islam, barulah pasukan
Usamah kita kirimkan untuk memerangi Romawi, bukankah itu lebih baik.?”
Umar :”Wahai
Khalifaturrasul, kaum Anshar memberikan usul jika engkau tetap ingin mengirimkan pasukan
Usamah, gantikanlah Usamah dengan orang yang lebih tua untuk memimpin
pasukan!”.
Abu Bakar :”wahai putra
Khattab, Rasulullah telah memerintahkan kepada Usamah, dan sekarang engkau
memerintahkanku untuk meninggalkannya, demi Allah aku tidak akan melakukan hal
itu.”
Abu Bakar :”adakah yang
mau memberikan pendapatnya lagi, ataukah kamu semua telah memberikan pendapat
kamu? Baiklah, saya telah mendengarkan keinginan kalian, tetapi Demi Allah,
walaupun aku akan dimakan binatang buas sekalipun, aku akan tetap mengutus
pasukan itu ke tujuannya dan aku yakin dia akan kembali dengan selamat. Tetapi
aku akan meminta Usamah untuk membiarkan Umar tetap di Madinah untuk membantuku.”
(TUTUP LAYAR)
(Abu
Bakar berangkat menuju ke rumah Usamah)
(BUKA
LAYAR)
Abu
Bakar :”wahai Usamah, aku memintamu
untuk membiarkan Umar tetap berada di Madinah untuk membantuku dan tidak ikut
perang bersama pasukanmu”.
Usamah :”Baikalah, khalifah.”
Abu
Bakar :”benarkah engkau
mengizinkannya dengan hati yang rela?”
Usamah :”Ya.”.
(TUTUP LAYAR)
(Kemudian
Usamah menyiapkan seluruh pasukannya dan keberangkatannya didampingi Abu
Bakar).
(Semua
masuk),
(BUKA LAYAR).
(semuanya
hanya lewat di panggung tanpa berdialog kecuali Abu bakar dan Usamah).
Usamah :”Wahai Khalifah, naiklah kendaraan
ini dan aku akan turun.”
Abu Bakar :”demi Allah,
janganlah engkau turun, biarkanlah kakiku kotor untuk mengantar engkau berjuang
Fisabilillah. Aku menitipkan agamamu, amanatmu, penghujung amalmu, dan
kesetiaanmu kepada Allah, aku berwasiat
kepadamu untuk melaksanakan apa yang
diperintahkan Rasulullah”. (TUTUP LAYAR)
(Berangkatlah
pasukan Usamah untuk memerangi Romawi dan kemenangan berhasil mereka raih dan
mendapatkan harta rampasan perang yang sangat banyak). (BUKA LAYAR) (Umar dan Usamah masuk).
Umar :”selamat
datang pemimpinku, dan ini adalah bagian yang berhak engkau terima.” (TUTUP
LAYAR).
(melihat
keberanian Usamah, Umar memberikan sebuah bagian yang besar dari harta
rampasan, dan setiap Umar bertemu dengan Usamah, Umar selalu berkata ‘SELAMAT
DATANG PEMIMPINKU’.
(Dan
itulah sepenggal kisah dari seorang Panglima Muda Usamah bin Zaid, yang
memberikan kita pelajaran bagaimana menjadi seorang pemuda yang bertanggung
jawab terhadap amanat dan agamanya).
THE END
Minggu, 13 Desember 2015 M/ 01 Rabi’ul Awwal 1437 H.
FB : Ardi S Ubaid
IG : @ARDISUHENDI
email: ardisuhendi5@gmail.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar