Selasa, 01 Mei 2018

Drama Islami (Kisah Sahabat Rasul) Panglima Muda Usamah Bin Zaid

PARA PEMAIN DRAMA
“PANGLIMA MUDA USAMAH BIN ZAID”

Narator                        :                                                     
Pemeran Usamah        :
Pemeran Abu Bakar    :
Pemeran Umar            :
Pemeran Sahabat 1      :
Pemeran Sahabat 2      :
Pemeran Sahabat 3      :
Pemeran Sahabat 4      :
Pemeran Utusan          :

“PANGLIMA MUDA USAMAH BIN ZAID”

Sebuah kisah penuh inspirasi, kisah sahabat Nabi, kisah masa lalu yang terjadi sekitar 1426 tahun yang lalu. Sebuah kisah yang memberikan gambaran bahwasanya usia muda bukan menjadi halangan untuk menduduki posisi utama, usia belasan bukan halangan untuk menjadi panglima perang, pemimpin yang berada di barisan terdepan sebuah pasukan. Sahabat yang bernama Usamah, seorang pemuda yang lahir dari pasangan Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman menjadi panglima perang yang diangkat oleh Rasulallah SAW ketika Usamah berusia 17 tahun. Banyak pertentangan atas pengangkatan Usamah, lalu bagaimanakah kisah kepemimpinan Usamah bin Zaid? Inilah ilustrasi drama yang terinspirasi dari kisah pemuda tersebut, drama ini Kami beri judul “PANGLIMA MUDA USAMAH BIN ZAID”, yang akan dipersembahkan oleh santri-santri kelas………..
Selamat menyaksikan.
(di ceritakan para sahabat sedang berkumpul, membicarakan tentang tentara Romawi)
Sahabat 1        :”kalian mungkin sudah mendengar apa yang dilakukan oleh tentara Romawi.”
Sahabat 2        :”ya mereka telah membunuh Farwah bin Umar, kepala daerah Ma’an yang telah diangkat oleh Kaisar Romawi, sedangkan mereka tahu bahwa Farwah telah masuk Islam.”
Sahabat 3        :”penguasa Romawi takut, jika Farwah yang seorang kepala daerah masuk Islam, rakyatnya pun bisa-bisa masuk Islam.”
Sahabat 4        :”marilah kita sampaikan berita ini kepada Nabi, dan kita tunggu perintah selanjutnya dari Nabi.”
(para sahabat memberitahukan kepada Nabi tentang hal tersebut).
Sahabat 1        :”Nabi memerintahkan kepada kita untuk segera berangkat untuk memerangi tentara Romawi”
Sahabat 2        :”tapi aku heran, mengapa Nabi menunjuk Usamah menjadi panglima kita, sedangkan kita tahu usianya masih terlalu muda.”
Sahabat 3        :”bagaimana Rasulallah memilih anak muda yang belum berpengalaman, padahal masih banyak pemuka-pemuka kaum Muhajirin yang pernah memimpin perang.”
Sahabat 4        :”iya betul padahal di dalam pasukan itu terdapat sahabat-sahabat senior seperti Umar bin Khattab, Abu Ubaidah, dan Sa’ad bin Abi Waqash.  Mengapa Rasul tidak memilih salahsatu diantara mereka?”
(keempat sahabat keluar panggung, kemudian Umar masuk)
Umar               :”mengapa mereka membicarakan keputusan Rasul tentang pengangkatan Usamah, seolah-olah mereka tidak percaya akan kemampuan Usamah, mereka seakan-akan menyepelekan Usamah, lebih baik aku tanyakan langsung kepada Rasul.” (TUTUP LAYAR).
(para sahabat berkumpul di panggung). (BUKA LAYAR), (Umar masuk).
Umar               :”wahai para sahabat! Sesungguhnya aku telah menanyakan kepada Nabi tentang sesuatu yang kalian bicarakan tentang pengangkatan Usamah.”
Sahabat 1        :”lalu apa yang Nabi sabdakan, wahai Umar!”
Umar               :”Nabi sangat marah karena kalian membicarakan pengangkatan Usamah menjadi panglima, seolah-olah kalian menyepelekan Usamah. Nabi bersabda:”Wahai sekalian manusia, aku mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah!, seandainya kalian meragukan kepemiminannya, berarti kalian meragukan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah, Zaid sangat pantas menjadi pemimpin, begitu juga putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat aku kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua, mereka juga adalah sebaik-baik manusia diantara kalian.” (TUTUP LAYAR).
(setelah mendengar hal itu, mereka bergegas menuju markas pasukan Usamah di daerah Jarof). (BUKA LAYAR), (Usamah masuk bersama pasukannya)
Usamah           :”wahai Kaum Muslimin, sesungguhnya kemarin Rasulullah tengah sakit, untuk itu keberangkatan kita tunda dulu, tetapi sekarang Rasulullah sudah terlihat lebih baik. Dan aku menemui beliau untuk mengucapakan selamat tinggal. Beliau berkata kepadaku:’ berangkatlah segera dengan diliputi keberkahan dari Allah!’
(tiba-tiba datanglah seorang utusan Ummu Aiman).
Utusan             :”wahai Usamah, aku ingin mengabarkan berita duka kepadamu!”
Usamah           :”Katakanlah!”
Utusan             :”sesungguhnya Rasulallah SAW telah berpulang ke Rahmatullah.”
Semua             :”Innalillahi……”
Usamah           :”Wahai segenap muslimin, keberangkatan kita batalkan, dan kembalilah ke Madinah!” (TUTUP LAYAR).
(Usamah dan pasukannya kembali ke Madinah setelah mendengar Rasulullah SAW wafat)
(Setelah Rasul wafat, terpilihlah Abu Bakar menjadi Khalifah) .(BUKA LAYAR)
(Abu Bakar, dan Usamah masuk panggunng)
Abu Bakar       :”wahai Usamah, sebelum ajal menjemput Nabi, Nabi sempat mengangkatmu menjadi seorang panglima perang untuk memerangi tentara Romawi, dan untuk itu laksanakan perintah Rasulallah.”
Usamah           :”baiklah, Khalifah, aku akan menyiapkan pasukan kita.”
(Usamah keluar, datang Umar dan sahabat yang lain)
Sahabat 1        :”wahai khalifah Rasulullah, sesungguhnya kaum arab sudah mulai memberontak, dan adalah tidak wajar engkau akan membiarkan pasukan Islam ini meninggalkan kami disaat seperti ini”.
Sahabat 2        :”bagaimana kalau engkau bagi pasukan Usamah menjadi dua bagian, yang satu engkau kirimkan kepada kaum arab yang murtad itu untuk mengembalikan mereka kepada Islam, dan pasukan yang kedua engkau pertahankan di Madinah untuk menjaga Madinah, dikhawatirkan akan ada serangan, sedangkan di Madinah hanya tinggal anak kecil dan para wanita saja.”
Sahabat 3        :”bagaimana kalau engkau tunda saja keberangkatan pasukan Usamah itu, setelah keadaan Madinah aman dan kaum Arab yang murtad kembali kepada Islam, barulah pasukan Usamah kita kirimkan untuk memerangi Romawi, bukankah itu lebih baik.?”
Umar               :”Wahai Khalifaturrasul, kaum Anshar memberikan usul  jika engkau tetap ingin mengirimkan pasukan Usamah, gantikanlah Usamah dengan orang yang lebih tua untuk memimpin pasukan!”.
Abu Bakar       :”wahai putra Khattab, Rasulullah telah memerintahkan kepada Usamah, dan sekarang engkau memerintahkanku untuk meninggalkannya, demi Allah aku tidak akan melakukan hal itu.”
Abu Bakar       :”adakah yang mau memberikan pendapatnya lagi, ataukah kamu semua telah memberikan pendapat kamu? Baiklah, saya telah mendengarkan keinginan kalian, tetapi Demi Allah, walaupun aku akan dimakan binatang buas sekalipun, aku akan tetap mengutus pasukan itu ke tujuannya dan aku yakin dia akan kembali dengan selamat. Tetapi aku akan meminta Usamah untuk membiarkan Umar tetap di Madinah untuk membantuku.”
(TUTUP LAYAR)
(Abu Bakar berangkat menuju ke rumah Usamah)
(BUKA LAYAR)
Abu Bakar       :”wahai Usamah, aku memintamu untuk membiarkan Umar tetap berada di Madinah untuk membantuku dan tidak ikut perang bersama pasukanmu”.
Usamah           :”Baikalah, khalifah.”
Abu Bakar       :”benarkah engkau mengizinkannya dengan hati yang rela?”
Usamah           :”Ya.”.
 (TUTUP LAYAR)
(Kemudian Usamah menyiapkan seluruh pasukannya dan keberangkatannya didampingi Abu Bakar).
(Semua masuk),
 (BUKA LAYAR).
(semuanya hanya lewat di panggung tanpa berdialog kecuali Abu bakar dan Usamah).
Usamah           :”Wahai Khalifah, naiklah kendaraan ini dan aku akan turun.”
Abu Bakar       :”demi Allah, janganlah engkau turun, biarkanlah kakiku kotor untuk mengantar engkau berjuang Fisabilillah. Aku menitipkan agamamu, amanatmu, penghujung amalmu, dan kesetiaanmu kepada Allah, aku  berwasiat kepadamu untuk melaksanakan apa yang  diperintahkan Rasulullah”. (TUTUP LAYAR)
(Berangkatlah pasukan Usamah untuk memerangi Romawi dan kemenangan berhasil mereka raih dan mendapatkan harta rampasan perang yang sangat banyak). (BUKA LAYAR) (Umar dan Usamah masuk).
Umar               :”selamat datang pemimpinku, dan ini adalah bagian yang berhak engkau terima.” (TUTUP LAYAR).
(melihat keberanian Usamah, Umar memberikan sebuah bagian yang besar dari harta rampasan, dan setiap Umar bertemu dengan Usamah, Umar selalu berkata ‘SELAMAT DATANG PEMIMPINKU’.
(Dan itulah sepenggal kisah dari seorang Panglima Muda Usamah bin Zaid, yang memberikan kita pelajaran bagaimana menjadi seorang pemuda yang bertanggung jawab terhadap amanat dan agamanya).

THE END

Minggu, 13 Desember 2015 M/ 01 Rabi’ul Awwal 1437 H.





 Media Silaturahmi
FB : Ardi S Ubaid
IG : @ARDISUHENDI
 Twitter : @ardiandoshorof
email: ardisuhendi5@gmail.com







Tidak ada komentar: